MyownBloG

My Pursuit of HAPPYness Blog ini juga diperuntukkan bagi mind, soul, spiritual, enterpreneurship, marketing, wirausaha, pedagang, ide usaha, relasi, surabaya, jawa timur, indonesia.

Free Web Hosting

Tuesday, January 08, 2008

Impulse buying




Ingat nggak, kalau kita belanja ke hypermarket/supermarket dan ternyata jumlah belanjaan Anda jauh lebih banyak dari yang Anda rencanakan. Berangkat hendak beli sabun, pasta gigi, detergen, tapi malah-malah Anda akan pulang dengan membawa lampu neon, snack, handuk, dst. Coba Anda ingat-ingat lagi, kapan terakhir Anda pergi ke fast food favorit Anda, apakah Anda pernah membeli makanan yang tadinya tidak Anda rencanakan? Berangkat ke restoran rencana makan ayam goreng tetapi sampai disana Anda malah membeli burger dan kentang?
Tahukah Anda masyarakat Indonesia memiliki kecenderungan untuk melakukan impulse buying? Impulse buying adalah suatu perilaku pembelian yang dilakukan tanpa ada perencanaan terlebih dahulu.
Hal ini merupakan salah satu peluang bagi pemasar atau penjual seperti kita. Bagi Anda yang punya toko offline dan online berikanlah penawaran yang simply irresistible bagi konsumen. Banyak caranya:
- Display produk terus dirolling
Pajang produk-produk yang hot item di depan dengan display yang menarik, dan tuliskan Hot Item. Jangan biarkan display/etalase Anda tidak terupdate dengan barang-barang baru. Visualisasi yang menarik akan memancing minat beli pelanggan Anda. Bahkan modern retail market akan memiliki seorang visual merchandiser khusus yang akan menata produk-produk baru di etalase utama.
- Tuliskan besar-besar diskon/harga Anda
Display juga tulisan “Sale xx% ” untuk produk-produk yang Anda berikan diskon.
Atau bisa digunakan juga cara penulisan seperti.
Rp. 20.000,-
Rp. 17.500
- BestSeller
Dengan menyusun best seller, maka Anda merekomendasikan barang-barang populer yang laris dibeli oleh pelanggan Anda. Dan sebagian besar kecenderungan orang untuk memutuskan pembelian adalah karena rekomendasi. Dan ketika Anda menuliskan rekomendasi tersebut, maka awareness dan ketertarikan potential buyer akan muncul.
- Cross Selling
Cross selling yang dikenal sebagai teknik penjualan membutuhkan kecakapan penjual/penjaga toko Anda. Penjual yang cakap, akan sering merayu pembeli untuk membeli lebih banyak lagi. Teknik ini susah susah gampang, apalagi kalau penjaga toko tipikal pendiam dan pasif. Oh ya, tapi cross selling juga harus smart dan bukan kemudian menjadi pushy/tukang paksa. Bagi saya cross selling yang smart, adalah ketika Anda mengetahui ‘arah’ kebutuhan pelanggan. Misal kalau di rental saya, si pelanggan A suka baca komik samurai/silat, so then kalau ada komik baru yang berbau-bau silat, akan kita tawarkan ke dia. Atau misal, si pelanggan B mencari dvd naruto, yang kebetulan lagi keluar, maka akan kita tawarkan film kartun action yang nggak kalah serunya.
Kadang juga cross selling kita manfaatkan bila sedang ada promo sewa 3 gratis 1, dan hal ini kita inform ulang ke pelanggan ketika sedang membayar transaksi. Ternyata hal ini efektif, meskipun tidak semua pelanggan mau melakukan penambahan transaksi, tetapi dengan small act seperti itu kami sudah menambah pemasukan kami hari itu.
Tapi hati-hati, begitu Anda menjadi pushy/maksa, maka pembeli bisa-bisa merasa terganggu. Saya sendiri mencoba melatih pegawai saya dengan mengadakan role play atau simulasi untuk membantu mengaktifkan cross selling yang tepat.
Contoh-contoh cross selling banyak kita jumpai mulai dari pasar tradisional, modern market, fast food, dsb.

Labels: ,


Continue reading...

Wednesday, September 19, 2007

Anda pakai value driven marketing?

Nah ya istilah apa lagi nih value driven company? Itu yang jadi pertanyaan saya ketika kemarin malam saya mengikuti seminar MIM, with Hermawan Kartajaya as speaker. Setelah berbuka puasa dengan makanan yang disediakan panitia, saya pun duduk dan mendengarkan Pak Hermawan berbicara dengan Philip Kotler tapi bukan di depan saya, melainkan di rekaman yang diputar panitia. Mereka berbicara tentang banyak hal, yang semuanya terangkum dalam modul yang sudah diberikan sebelumnya.
Pada dasarnya seminar kemarin membahas tentang perjalanan Hermawan Kertajaya dengan Philip Kotler selama 2 minggu. Hermawan mengajak Philip Kotler untuk mengisi seminar-seminar di ASEAN, Jakarta, Kuala Lumpur, Ho Chi Minh City, Singapore, dan Bangkok. Beliau menceritakan tentang pembelajaran apa saja yang beliau dapat dari Philip Kotler selama 2 minggu penuh bersama-sama dengan Philip Kotler.
Tapi yang ingin saya sharingkan bukan tentang Philip Kotlernya, melainkan tentang value driven marketing atau istilah Hermawan, marketing 3.0, yang kemarin sempat disinggung sedikit di forum tersebut. Nah lo, apaan tuh marketing 3.0? Hehehe…emang marketing 1.0 dan 2.0 yang seperti apa? Berikut menurut Hermawan:
- Marketing 1.0 = Vision driven marketing e.g, visi perusahaan adalah menjadi yang terdepan di pasarnya untuk wilayah Surabaya (misal). Maka, dengan pendekatan marketing 1.0, apapun caranya, kita harus lakukan segala sesuatu agar visi tersebut tercapai, nggak tau cara tersebut baik/buruk.
- Marketing 2.0 = Mission driven marketing e.g misi perusahaan adalah untuk meningkatkan daya baca anak dan remaja di daerah Surabaya (misal). Ini sudah lebih maju dari marketing 1.0, di mana marketing ditujukan untuk mencapai misi tersebut, jadi bukan hanya sekedar visi saja.
- Marketing 3.0 = Value driven marketing dimana visi dan misi perusahaan tercapai karena value-value yang ditawarkan perusahaan memang bagus dan tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar marketing dan kehidupan.

Contoh dari penggunaan marketing 3.0 ini adalah The Body Shop, karena Body Shop memiliki nilai-nilai yang dia pegang sejak awal, misal: no animal testing, recycle product, recycle paper, dst. Tapi, bukan hanya sekedar cinta lingkungan saja, oleh karena itu Hermawan memberikan parameter untuk marketing 3.0 adalah perusahaan tersebut memperlakukan dengan baik dan dicintai oleh society, partners, investors, community, dan employee. Tapi apa sih pentingnya value driven Marketing? Penting banget nurut Pak Hermawan, karena ke depannya perusahaan dengan value driven marketing akan jauh lebih berkembang daripada perusahaan dengan marketing 1.0 atau bahkan 2.0, hal ini dibuktikan dengan trend masyarakat yang semakin spiritual dan semakin sadar akan kesehatan dan lingkungan.
Meski tidak menutup mata juga bahwa trend seperti itu akan jauh lebih berkembang di Eropa atau negara maju lainnya daripada di Indonesia. Karena saat ini negara kita masih berkutat dengan politik dan hal-hal lain.
But, why not start from now? There's a chance dan malah ada peluang terbuka lebar di negara orang kan?

Be Social Entrepreneur

Labels:


Continue reading...

Sunday, August 12, 2007

My 1st biz



Oke, kayaknya enough tentang prinsip-prinsip entrepreneur yang saya tulis sebelumnya. Kali ini saya akan tulis yang simple dan praktis saja, saya akan share tentang usaha saya saja deh. Bagi yang belum kenal, mari saya kenalkan salah satu calon usaha besar di masa mendatang, “auror.” Oh ya, maaf sebelumnya karena tulisan ini dibuat ketika tingkat kepedean penulis sedang besar-besarnya. Jadi akan berasa sedikit narsis mungkin ya. Hihihihi.....just kidding saudara-saudara.
Jadi, apakah benda bernama auror ini? Eits jangan salah, bukan Aurora ya, bukan juga Aurat (*sensor*). Maaf, tapi agak sebal juga kalau mendengar, ada yang salah menyebut nama auror ini. Salah sendiri kamu, cari nama kok susah amat. Iya, memang agak susah karena ini berasal dari salah satu kalimat yang ada di Harry Potter.
Nah, dari asal muasal namanya saja berawal dari Harpot, tentunya usaha ini berhubungan dengan buku dan buku dan komik? Iya, betul usaha ini berawal dari kecintaan saya akan komik dan novel. Usaha saya ini sudah berdiri sejak tahun 2004, sudah cukup lama. Sempat serius, tidak serius, dan sekarang berusaha serius secara profesional lagi.
Sejak bergabung dengan TDA dan juga semakin sering melakukan kegiatan marketing (untuk kantor saya neh), terus terang semangat saya untuk mengembangkan bisnis saya tersebut semakin menguat. Setiap hari, setiap malam, di pikiran saya adalah tentang bagaimana usaha saya bisa berkembang dan berkembang.
Saat ini saya perlahan menata auror menjadi lebih profesional, dan terarah. Langkah awal adalah dengan menggunakan sistem computerized di auror, sehingga data barang dan data customer terdata lebih baik.
Sistem baru ini akhirnya bisa terintegrasi sekitar 85% pada akhir bulan Juli kemarin, dan sudah saya buktikan waktu pelayanan di auror menjadi semakin cepat, saya menghemat lebih dari 100% untuk pelayanan kepada pelanggan. Hehehe....thanks to Mas Ferdi yang telah memberikan bantuan untuk sistem baru auror. Nah, itu sudah satu keunikan di auror, karena kalau dibandingkan dengan usaha sejenis di daerah –oh ya usaha saya ada di Jombang- auror adalah rental pertama yang menggunakan sistem komputer.
Oh ya, di daerah saya, ada banyak rental sejenis, tapi keunikan auror lainnya adalah, kami menggabungkan antara rental film, komik, dan anime.
Seperti yang kita tahu, bulan Juli – Agustus adalah masa-masa krusial untuk usaha sejenis saya di tiap tahunnya. Pengalaman saya 3 tahun terakhir, pada bulan-bulan tersebut, pasar disibukkan oleh masa liburan (yang pasti menyedot biaya entertainment ke arah lain), dan masa pra sekolah. Omzet auror biasanya turun sampai dengan 30-50% pada bulan-bulan tersebut.
Untuk mengantisipasi hal itu, bulan Juli kemarin, auror menggelar promo Liburan Sekolah. Idenya adalah: mengajak orang untuk menyewa di auror dan sebagai hadiahnya mereka bisa mengisi liburan mereka. Bingung? Jadi bagi penyewa-penyewa auror yang menyewa senilai x rupiah kami berikan kupon undian, yang hadiahnya antara lain: voucher renang, voucher makan, voucher photobox, voucher warnet, voucher auror (hehehe).
Ternyata, cara tersebut cukup ampuhh...omzet auror tetap stabil bahkan cenderung mengalami peningkatan. Waaaa....happy banget. Apalagi, setelah dikalkulasi dengan biaya promosinya, yang tidak menghabiskan 5% dari omzet ^_^.
Akhir agustus nanti, kita juga akan launching sistem membership. Selama ini membership di auror sifatnya free alias gratis. Kali ini akan kita buat sistem membership berbayar dengan berbagai keuntungan.
Nanti akan saya share lagi sistem membershipnya bila sudah dilaunch, berikut dengan foto-foto auror :).
Semoga apa yang saya share bisa menjadi sumber inspirasi bagi anda yang sedang mencari ide-ide marketing

Labels: ,


Continue reading...
KampungBlog.com - 
Kumpulan Blog-Blog Indonesia